Saturday, October 14, 2006

Ngejob ning McD

Sekarang hari sabtu, hari selasa lalu tepatnya tanggal 10 oktober 2006 aku ngejob di McD. Aku harus mengiringi musik sebuah pementasan pantomim, dimana lagunya disesuaikan dengan tema pantomimmnya. Waktu itu aku menghibur di depan puluhan anak-anak panti asuhan yatim piatu Giwangan. Ada dua bagian duduk terpisah di bangku anak-anak. Di sebelah kiriku adalah anak-anak club McKid yang diundang McD secara khusus, di sebelah kanannku adalah anak-anak panti. Ada pemandangan kontras sekali di dua bagian yang terpisah tersebut. Bagian kiri penuh dengan bocah-bocah klimis rapi, pakai baju bagus-bagus. Mereka datang bersama pak-e dan mbok-e alias papa dan mama. Dari penampilannya tentu aku bisa menebak dari golongan mana mereka berasal. Yang sebelah kanan adalah seraut pemandangan dari bocah-bocah bersahaja. Mereka datang dengan bis kota. Memakai seragam panti yang bernuansa batik seadanya. Ternyata di dunia ini masih ada segolongan orang yang hidupnya kurang beruntung. Tidak ada ayah, tidak ada ibu. Setelah melihat pemandangan yang bertolak belakang itu, lalu dalam hati bergumam, wah...matur nuwun ya Gusti, Engkau telah menjadikan aku orang yang lebih beruntung dari anak-anak yatim piatu itu. Ternyata rasa bersyukur bisa dibangkitkan dari mana-mana. Bersyukur karena orang tua masih ada, saudara ada, duit ora ketang pira juga masih ada...he..he...kemana-mana tidak jalan kaki, sesekali masih bisa menikmati nonton di 21. Gusti Allah top tenan....apikan tenan....Sore itu aku senang bisa menghibur anak-anak panti. Kebetulan acaranya juga asyik dan ramai. Ada pembacaan dongeng juga. Salut buat McD yang telah menggabungkan dua kelompok berbeda. Biar anak-anak orang kaya itu bisa belajar bersyukur...Terakhir buat Irfan, aku minta no hp-mu, soalnya kemarin lupa nanyain...Atau kalau temen-temen ada yang tahu harap kirim e-mail ke sutrahwayang@yahoo.com

Saturday, September 16, 2006

toekang pijet lagi kesel

waduh capeknya, gila hari ini tadi jadwalku padat banget. Pagi kencan sama Indah, malem kencan sama hepi dan devina...e..e...e, kencan gimana maksudnya.., maksudnya cari duit bareng. Mereka adalah singer2ku. Mereka partner golek duit di atas panggung. YA NGENE IKI NASIBE TUKANG PIJET. KEBANYAKAN MIJET MALAH KESEL DHEWE....mbok...pijetana anak ragilmu iki..

Saturday, September 09, 2006

september tlah tiba

Hari ini hari ke sepuluh di bulan sembilan. Nulis apa ya...sebenarnya banyak yang ingin kutuliskan. Ada beberapa peristiwa yang layak untuk bahan postingan baru. Ketemu dengan tukang sampah, ketemu dengan penjual krupuk, ketemu dengan bakul puthu, ketemu dengan cerita-cerita menarik yang sangat inspiratif. Atau ngomong soal mr.X dari dusunku? Seorang pelukis dengan gayanya yang khas...Mr.X ini orang yang telah "meracuni" diriku waktu masih SD. Seseorang yang mendorongku sekolah ke Jogja karena melihat permainan gitarku yang cukup lumayan untuk anak seusiaku...

Wednesday, August 30, 2006

Temanku seorang penjual jamu

DAFTAR SEDUHAN


SEDUHAN PRIA DAN WANITA
1. Pegal linu super Rp. 4.000
2. Tolak angin super Rp. 4.000
3. Akar lawang Rp. 4.000
4. Asam urat Rp. 4.000
5. Asam urat super Rp. 5.000
6. Flu tulang Rp. 4.000
7. Flu tulang super Rp. 5.000
8. Gemuk sehat Rp. 4.000
9. Sakit pinggang Rp. 4.000
10. Sariawan Rp. 4.000


SEDUHAN KHUSUS WANITA
11. Galian delima putih Rp. 4.000
12. Galian singset Rp. 4.000
13. Gadis remaja Rp. 4.000
14. TRESNAASIH Rp. 4.000
15. SRIKATON Rp. 4.000
16. SARI RAPET Rp. 4.500
17. MUSTIKA RAPET Rp. 4.500
18. Lancar haid Rp. 4.000
19. Galian rapet wangi Rp. 5.000
20. Sehat Wanita Rp. 4.000
21. Sakit datang bulan Rp. 4.000
22. Susut perut Rp. 4.000


RAMUAN KAMASUTRA
23. Putri India Rp. 10.000
24. Putri cina kuno Rp. 25.000

Buat temen-temen yang mau mencoba datang aja ke stasiun lempuyangan...sesampainya disana, tanya aja sama tukang ojek...depot jamu delima sebelah mana?

seorang teman bakul jamu yang nitip promosi

DAFTAR SEDUHAN

SEDUHAN PRIA DAN WANITA
1. Pegal linu super Rp. 4.000
2. Tolak angin super Rp. 4.000
3. Akar lawang Rp. 4.000
4. Asam urat Rp. 4.000
5. Asam urat super Rp. 5.000
6. Flu tulang Rp. 4.000
7. Flu tulang super Rp. 5.000
8. Gemuk sehat Rp. 4.000
9. Sakit pinggang Rp. 4.000
10. Sariawan Rp. 4.000

SEDUHAN KHUSUS PRIA
11. Sehat pria super Rp. 4.000
12. ESHA Rp. 4.000
13. ESHA PLUS Rp. 4.500
14. Kuku bima ginseng Rp. 4.000
15. Kuku bima TL Rp. 4.500
16. Kuku bima TRIBULUS Rp. 5.000
17. BEN KWAT Rp. 4.500
18. MACHO-MAN Rp. 4.500
19. Ginseng prakoso Rp. 5.000
20. Kuat majun Rp. 4.000
21. Pria perkasa Rp. 4.500
22. ISTIMEWA Rp. 6.000

RAMUAN KEJANTANAN
23. Tangkur putih Rp. 5.000
24. Tangkur buaya Rp. 5.000
25. Tangkur cobra Rp. 10.000
26. Tangkur cobra khusus Rp. 15.000
27. LII CHENG Rp. 10.000
28. LII CHENG SUPER Rp. 15.000
29. Ramuan raja Rp. 20.000
30. Ramuan china kuno Rp. 25.000
31. Ramuan “MP” Rp. 35.0


Buat teman-teman yang mau mencoba boleh datang ke stasiun lempuyangan, tanya aja sama tukang ojek...depot JAMU DELIMA sebelah mana? Dengan senang hati mr.ojek akan menunjukkan lokasinya

About MUL

Mencari Mul
Aku pernah dibilangin salah seorang teman, kalau mau cari Mul di terminal Solo, cari saja di kisarang pukul sepuluh pagi sampai menjelang siang pukul duabelas. Ternyata memang benar. Tidak terlalu sulit mencarinya. Aku masuk terminal sekitar pukul setengah sebelas. Kulihat bis-nya parkir di area pemberangkatan. Menunggu giliran berangkat. Bis itu "berjudul" SUMBER HARAPAN. Namun aku masih clingak clinguk mencari pengemudinya. Ternyata sopir bis jurusan Pati-semarang-Solo tersebut baru usai makan. Aku disapanya. Wajahnya nampak ceria ketika kukunjungi. segera setelah saling menyapa kami terlibat dalam obrolan singkat sambil menunggu giliran berangkat. Sebenarnya Mul bukan orang asli kampungku, hanya saja dia menjadi suami salah seoarng gadis di kampungku. Perkawinannya membuahkan seoarng anak laki-laki bernama Bayu. Di kampung, kami sering memanggilnya pakne Bayu. Mul termasuk orang yang supel dan mudah bergaul walau dengan orang yang baru dikenalnya sekalipun. Beberapa bulan usai pernikahan dia tinggal di kampungku alias tinggal di pondok mertua indah. Waktu itu nasib baik belum begitu berpihak kepadanya. Menjadi kernet bis GARUDA jurusan Wirosari-Jakarta. Seminggu tidak full jalan. Banyak nganggurnya. namun dia tidak putus asa. Dengan bekal keterampilan mengemudikan bis yang diperolehnya waktu masih menjadi kernet, dicobanya melamar ke beberapa Perusahaan Otobis. Sampai akhirnya dierima menjdi pengemudi di PO.SUMBER HARAPAN. Selama masih banyak nganggur didiisi waktunya dengan main bola voli agar badan tetap fit.Kampunh kami banyak terbatukan oleh kehadirannya. Postur tubuhnya yang tinggi kondusif untuk cabang olah raga yang satu ini. Kami sering memetik kemenangan. Sampai akhirnya Mul harus meninggalkan kampung kami karena tuntutan pekerjaan. Kami harus merelakan ketidakhadirannya. Kami harus berbesar hati demi nasib Mul yang lebih baik. demi anak istri yang harus diberi makan dan dicukupi kebutuhannya.Walaupun hati sedih karena ditinggal Mul, namun kami juga gembira oleh nasib baiknya. Lebaran tahun 2001 kemarin anak-anak menyewa tenaganya. Kami piknik ke Jogja. Akhirnya secara pribadi aku berharap semoga Tuhan selalu melindunginya. Semoga dia tidak menjadi sopir yang ugal-ugalan. Sopir yang hanya melihat penumpang hanya bagaikan lembaran uang tanpa mempedulikan keselamatan. Yang penting dapat penumpang banyak. Semua pekerjaan ada resikonya, namun kerja di belantara jalan raya resikonya rangkap dan sepanjang waktu selalu mengintai. Selamat...selamatlah...wahai kawan. Ngebutlah seperlunya saja. Agustusan nanti..kami masih btuh tenagamu untuk memenangkan sebuah pertandingan.Solo 30 April 2002.

About MUL

Mencari Mul
Aku pernah dibilangin salah seorang teman, kalau mau cari Mul di terminal Solo, cari saja di kisarang pukul sepuluh pagi sampai menjelang siang pukul duabelas. Ternyata memang benar. Tidak terlalu sulit mencarinya. Aku masuk terminal sekitar pukul setengah sebelas. Kulihat bis-nya parkir di area pemberangkatan. Menunggu giliran berangkat. Bis itu "berjudul" SUMBER HARAPAN. Namun aku masih clingak clinguk mencari pengemudinya. Ternyata sopir bis jurusan Pati-semarang-Solo tersebut baru usai makan. Aku disapanya. Wajahnya nampak ceria ketika kukunjungi. segera setelah saling menyapa kami terlibat dalam obrolan singkat sambil menunggu giliran berangkat. Sebenarnya Mul bukan orang asli kampungku, hanya saja dia menjadi suami salah seoarng gadis di kampungku. Perkawinannya membuahkan seoarng anak laki-laki bernama Bayu. Di kampung, kami sering memanggilnya pakne Bayu. Mul termasuk orang yang supel dan mudah bergaul walau dengan orang yang baru dikenalnya sekalipun. Beberapa bulan usai pernikahan dia tinggal di kampungku alias tinggal di pondok mertua indah. Waktu itu nasib baik belum begitu berpihak kepadanya. Menjadi kernet bis GARUDA jurusan Wirosari-Jakarta. Seminggu tidak full jalan. Banyak nganggurnya. namun dia tidak putus asa. Dengan bekal keterampilan mengemudikan bis yang diperolehnya waktu masih menjadi kernet, dicobanya melamar ke beberapa Perusahaan Otobis. Sampai akhirnya dierima menjdi pengemudi di PO.SUMBER HARAPAN. Selama masih banyak nganggur didiisi waktunya dengan main bola voli agar badan tetap fit.Kampunh kami banyak terbatukan oleh kehadirannya. Postur tubuhnya yang tinggi kondusif untuk cabang olah raga yang satu ini. Kami sering memetik kemenangan. Sampai akhirnya Mul harus meninggalkan kampung kami karena tuntutan pekerjaan. Kami harus merelakan ketidakhadirannya. Kami harus berbesar hati demi nasib Mul yang lebih baik. demi anak istri yang harus diberi makan dan dicukupi kebutuhannya.Walaupun hati sedih karena ditinggal Mul, namun kami juga gembira oleh nasib baiknya. Lebaran tahun 2001 kemarin anak-anak menyewa tenaganya. Kami piknik ke Jogja. Akhirnya secara pribadi aku berharap semoga Tuhan selalu melindunginya. Semoga dia tidak menjadi sopir yang ugal-ugalan. Sopir yang hanya melihat penumpang hanya bagaikan lembaran uang tanpa mempedulikan keselamatan. Yang penting dapat penumpang banyak. Semua pekerjaan ada resikonya, namun kerja di belantara jalan raya resikonya rangkap dan sepanjang waktu selalu mengintai. Selamat...selamatlah...wahai kawan. Ngebutlah seperlunya saja. Agustusan nanti..kami masih btuh tenagamu untuk memenangkan sebuah pertandingan.Solo 30 April 2002.

Tuesday, August 29, 2006

waduh.....

Waduh....dasar....keyboardnya...ecek....ecek....lha..wong....wis...semangat...nulis...je....jebulane....tombol...spasine...BOBROK....soale..tadi...ada...pemandangan...yang...layak.untuk..dituliskan...

Saturday, August 26, 2006

baru rencana, rencana baru

Sebenarnya sejak mulai sekolah dasar aku senang menulis. Masih ingat dalam ingatan, dulu kalau pelajaran mengarang tulisanku pasti lebih banyak dari teman-teman(ora sok nyombong lho...iki). Kebiasaan menulis dan corat-coret terus berlanjut sampai ke jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam beberapa kesempatan kadang-kadang berhenti. Kalau berhentinya terlalu lama kepala ini rasanya mau pecah karena tidak ada semacam katarsis emosi dan pikiran. Sampai sekarang beberapa catatan harian yang dulu masih berserak disana sini. Kini zaman memasuki era cyber...aku ingin berbagai tulisan yang terserak itu bisa ku data dan ku dokumenkan ke dalam blog. Bisa jadi postingan-nya baru tapi tulisannya bisa bertanggal beberapa tahun yang silam. Dalam waktu dekat ini kan kucoba untuk bongkar-bongkar gudang....

Thursday, August 24, 2006

Kagem Vivi

Siapa yang tidak senang, baru bikin blog dalam tempo beberapa hari sudah ada yang kasih coment. Kini aku punya sahabat yang nun jauh di sana. Dari tanah air aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan dan kesehatan keluarga besarmu. Oh ya...di semarang tinggal di daerah mana....waktu aku menuliskan catatan ini, sambil kubuka sebuah situs yang bisa melihat kota Dortmun dari atas dengan citraan foto satelit. Vivi...kamulah orang pertama yang melihat blog-ku. Baru saja aku kirim e-mail ke kamu tapi sepertinya salah alamat, atau mungkin aku yang salah menuliskan alamat e-mailmu..padahal kusertakan juga sebuah foto terbaru. Minta tolong diberi tahu bagaimana caranya kasih coment(seperti kamu mengomentari sebuah catatanku/ bukan format interactive box). Si Patric ganteng kayak papa-nya ya...he...he..satu lagi pasti kamu banyak tahu lagu-lagu mandarin, boleh donk aku dikasih referensi..soalnya aku sering kerepotan kalau ada request lagu mandarin....yach..minimal judul-judul populer yang sering dinyanyikan di acara pernikahan...biar syairnya tak cari sendiri di sebuah web. Salam hangat untuk seluruh keluarga dari Jogja kota gudeg tercinta...